Mengapa Bermain Game dan Berjudi Adalah Tahap Gangguan Kejiwaan
Alasan bermain game dan berjudi adalah gangguan jiwa
Dokter spesialis kedokteran jiwa RS Ciptomangunkusumo Kristiana mengatakan, yang telah dimuat dalam International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“WHO menempatkan 2 gangguan kejiwaan yang terkait dengan adiksi atau kecanduan perilaku yaitu gambling disorder (gangguan karena judi) dan gaming disorder (gangguan karena game),” yang diterangkan kristiana dalam webminar Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu dikutip dari tribun.com.
WHO mendeskripsikan beberapa kriteria seseorang yang dinyatakan kecanduan judi dan kecanduan game, diagnosis ini ditentukan secara detail untuk menghindari diagnosis yang berlebihan.
Kriteria seseorang mengalami kecanduan game dan judi
Kriteria pertama yang menunjukkan seseorang kecanduan bermain game dan berjudi adalah tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk bermain game atau berjudi. Contohnya seseorang biasanya menghabiskan waktunya sekitar 30 menit sampai 1 jam perhari lama kelamaan durasi waktunya meningkat hingga 18 jam bahkan ada yang lebih, jadi ada lost of control.
Kriteria kedua lebih memprioritaskan bermain game dan berjudi daripada kegiatan lain. Seperti contoh ketika bangun pagi, hal pertama yang dicari adalah bermain game.
“Seperti pecandu obat-obatan ketika bangun dari tidurnya hal pertama yang dicari adalah narkoba ,”.
Kriteria ketiga adalah tetap bermain game dan berjudi padahal dia sadar betul tentang konsekuensi buruknya. Contohnya tidak perduli akan dirinya sendiri padahal ia sadar jika hal itu sangat tidak baik untuk kesehatan diri dan finansialnya.


Komentar
Posting Komentar
Berkomentar sesuai artikel tanpa memberi link aktif